Jika anda sedang mencari modem yang juga bisa digunakan pada perangkat android anda tapi dengan harga yang murah, Aego bisa menjadi pilihan tepat bagi anda. Aego dijual dengan harga sekitar Rp. 200.000.
Spesifikasi modem :
☺Dimensi : 120 mm x 100 mm x 20 mm
☺Support 3.5 G HSDPA, 7.2 Mbps.
☺Plug & Play
☺Micro SD slot
Oppo Find Muse merupakan seri smartphone termurah yang dikeluarkan oleh prodesen Oppo. Dengan Banderol Harga sekitar Rp. 1.700.000 Oppo Find Muse dapat anda miliki. Dengan fitur dan spesifikasi yang disematkan, Oppo Find Muse dapat menjadi pesaing berat bagi handphone/smartphone lain dikelas harga dibawah 1 jutaan.
Oppo Find Muse memiliki spesifikasi :
| FITUR | OS | Android OS, v4.2.2 (Jelly Bean) |
| CPU | dual-core 1.2 GHz ARM Cortex-A7 CPU, Mali-400 GPU | |
| Browser | HTML | |
| GPS | Ya, with A-GPS | |
| Messaging | SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM | |
| Java | Via Java Emulator, Fitur tambahan: - SNS integration - Document viewer - Photo viewer/editor - Organizer - Predictive text input |
| FITUR LAIN | Multiple SIM | Dual SIM (Micro - Mini SIM) |
| Video Player | MP4/H.264/H.263 player | |
| MP3 Player | MP3/WAV/WMA/AAC player |
| LAYAR | Tipe | IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors |
| Ukuran | 4.0-inch, 480 x 800 pixels (WVGA), 233.2 ppi pixel density |
| DIMENSI | Ukuran/Berat | 123 x 63.5 x 9.9 mm / 124.5 grams |
| AUDIO | Fitur | Vibratiion, MP3 Ringtones |
| Jack | 3,5 mm Jack Audio | |
| Speakerphone | Ya | |
| MEMORY | Internal | 4 GB, 512 MB RAM |
| Eksternal | microSD, up to 32 GB | |
| DATA | 3G | HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps |
| EDGE | Ya | |
| GPRS | Ya | |
| WLAN | Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot | |
| Bluetooth | Ya, v4.0 with A2DP | |
| Infrared | Tidak | |
| USB/Port | microUSB v2.0, USB Host |
| KAMERA | Primer | 3.2 MP (2048 x 1536 pixels) rear-facing camera LED flash, auto focus, geo-tagging |
| Sekunder | 0.3 MP (640 x 480 pixels) front-facing camera | |
| Video Record | Ya | |
| BATERAI | Tipe | Li-Ion 1700 mAh battery |
Lenovo merupakan perusahaan PC terbesar di China, dan juga masuk dalam jajaran 10 besar perusahaan PC di dunia. Lenovo juga merupakan perusahaan yang mengambil alih divisi PC IBM. Dengan begitu Lenovo semakin melebarkan sayapnya di dunia perkomputeran dunia.(baca di sini)
Lenovo G480 adalah salah satu produk andalan dari merek ini. Dengan harga yang masuk akal, menawarkan fitur dan spek yang sangat menggairahkan.
☺intel core i5 processor 3230m (2.60ghz)
☺14 wxga led display
☺4096MB (1x4096) ddr3,500GB hard disk
☺Nvidia GeForce GT610m 1gb
☺no os,dvd supermulti
☺lan,wifi,camera,6 cell baterry
Processsor i5 3230m 2.6 GHz merupakan processor generasi ketiga (ivy bridge) yang sangat dapat diandalkan. Hasil benchmark dapat dilihat di sini. Dengan RAM 4 GB, Notebook ini dapat bekerja baik untuk keperluan multitasking. NVidia GeForce 610m 1 GB semakin membuat Notebook ini perkasa di kelasnya. Notebook ini sanggup untuk memainkan game-game seperti Battlefield 3, Dead Space 3, Crysis 3 dll. Sebagian game dapat dimainkan dengan high setting dan beberapa game yang dapat dikategorikan game berat hanya dapat dimainkan dengan setting low-medium. Mengingat harga yang ditawarkan dan peruntukan notebook ini memeng bukan murni sebagai notebook Gaming maka harga yang dfitawarkan sangatlah menggiurkan.
Bagaimana, anda tertarik untuk mencoba Notebook yang satu ini.....????
Lenovo G480 bisa anda dapatkan dengan harga Rp. 5.400.000 - Rp. 5.600.000 (kurs dolar 11.000)
Salah satu Notebook terbaru dari Toshiba yang bisa dikatakan sebagai penerus dari seri C800D-1033, secara keseluruhan memiliki spek yang hampir sama dan yang membedakan ialah kapasitas hardisk yang semula 320 GB ditingkatkan menjadi 500GB.
Berikut spesisfikasi Toshiba SATELLITE C800D-1010 :
☺Processor AMD E1-1200 APU with AMD Radeon HD 7310 Graphics (1.4GHz, 1M Cache)
☺Memory 2GB DDR3
☺Hard Disk 500 GB
☺DVD-RW
☺Card reader
☺Camera
Bluetooth
☺wifi
☺14" WXGA
☺VGA AMD Radeon HD 7000 Series (New)
Notebook tersebut ditawarkan dengan harga Rp. 4.100.000 - Rp. 4.300.000. Melihat spek yang ada rasanya cukup logis untuk membeli dengan harga segitu. Processor AMD E1-1200 APU dengan HD 7310 Graphics rasanya lebih dari cukup jika hanya digunakan untuk keperluan office,bahkan jika hanya sekedar digunakan untuk kerja grafis ringan pun Notebook ini masih bisa diandalkan.
Timnas U-19 berhasil menjaga peluangnya untuk bisa meraih gelar pertama mereka di ajang Piala AFF U-19 2013. Peluang itu terbuka lebar setelah skuat asuhan Indra Sjafri itu berhasil membungkam Timor Leste dengan skor 2-0 di babak semifinal, Jumat (20/9/13) lalu, dan membawa Indonesia melaju ke babak final melawan Vietnam.
Kerja keras yang berhasil ditunjukan Indonesia berbuah pujian dari tim lawan, yakni Norio Tsukitate. Penampilan Maldini dan kawan-kawan, membuat Tsukitate mengatakan jika kualitas Indonesia sangat bagus dan memberikan selamat untuk Indonesia.
"Selamat untuk kemenangan yang diraih Indonesia, Indonesia adalah tim yang sangat bagus. Semoga tim ini bisa menjadi juara," ujar Tsukitate dalam konferensi pers.
Selain itu, Tsukitate yang dipecundangi Indonesia tidak mau menyalahkan timnya. Ia memilih menyalahkan dirinya sendiri. Tsukitate menganggap dirinya telah salah memasang strategi.
"Pemain kami telah bermain maksimal, mereka berhasil menunjukan permainan terbaik mereka. Jangan salahkan pemain saya dengan kekalahan ini. Sayalah yang patut disalahkan, karena gagal mendapatkan taktik yang pas," Tsukitate menegaskan.(Gan)
Sumber : Liputan 6
Anggota Komisi Kepolisian Nasional Adrianus Meliala membenarkan jumlah rompi antipeluru Polri tak mencukupi untuk melindungi setiap anggota polisi. Hanya pasukan khusus seperti Detasemen Khusus Antiteror 88 dan Brigade Mobil yang dilengkapi dengan rompi anti-peluru.
Menurut Adrianus, kondisi ini bukan lah masalah. Dia beralasan rompi antipeluru bukanlah solusi utama melindungi anggota polisi dari ancaman penembakan misterius. Bahkan dia menganggap penggunaan rompi antipeluru untuk seluruh anggota polisi selama bertugas sangat sulit diimplementasikan.
Adrianus beralasan pergerakan anggota polisi saat bertugas begitu luas. "Kalau semua polisi diwajibkan pakai rompi antipeluru setiap saat malah pusing sendiri mereka," kata Dosen Kriminologi Universitas Indonesia itu saat dihubungi Tempo, Ahad, 15 September 2013.
Batasi gerak dan harga mahal...
Selain membuat gerah dan sesak bernafas, rompi antipeluru dianggap membatasi gerak polisi. Bagaimana pun juga, dia melanjutkan, faktor kenyamanan diperlukan polisi saat bertugas. Adrianus juga menanggap penggunaan rompi antipeluru tak sesuai dengan strategi perlindungan polisi Indonesia. Penggunaan rompi antipeluru lebih cocok digunakan di beberapa negara Barat.
Di Indonesia, Adrianus melanjutkan, penggunaan rompi antipeluru malah menimbulkan jarak antara polisi dan masyarakat. Masalah lain, rompi antipeluru tidaklah murah. Satu unit rompi antipeluru paling murah Rp 5 juta. Harga itu terus naik sejajar dengan kualitas daya redam rompi itu terhadap tembakan peluru.
"Polri tak punya alokasi khusus untuk rompi antipeluru," kata dia. "Lagi pula kalau nekat diadakan pembelian (rompi anti peluru setiap anggota polisi) bakal butuh duit banyak, nanti media mempersoalkan lagi."
Solusi ideal...
Solusi yang tepat untuk melindungi anggota polisi menurut Adrianus adalah segera menangkap pelaku penembakan misterius. Polri jangan sampai setengah hati memburu para pelaku penembakan, sebab itu sama saja memberikan ruang sembunyi bagi mereka.
"Sebaiknya perbanyak alokasi anggaran dan personel untuk mengejar para pelaku," kata Adrianus. "Sebagai contoh makin gencar menyebar sketsa para pelaku, itu lebih murah."
Sebelumnya, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan pimpinan Polri tak serius memberi sarana keselamatan anggota di lapangan. Sebagai bukti, jumlah ketersediaan rompi antipeluru untuk anggota polisi masih kurang, padahal itu merupakan salah satu alat keselamatan penting.
Menurut Bambang, dana yang diberikan negara untuk Polri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) makin bertambah tiap tahun malah digunakan untuk kepentingan lain. Bahkan pimpinan Polri dinilai lebih suka menggunakan duit anggaran untuk mengganti mobil dinas, termasuk untuk para perwira tinggi, ketimbang membeli rompianti peluru.
INDRA WIJAYA
Sumber : Tempo
Menurut Adrianus, kondisi ini bukan lah masalah. Dia beralasan rompi antipeluru bukanlah solusi utama melindungi anggota polisi dari ancaman penembakan misterius. Bahkan dia menganggap penggunaan rompi antipeluru untuk seluruh anggota polisi selama bertugas sangat sulit diimplementasikan.
Adrianus beralasan pergerakan anggota polisi saat bertugas begitu luas. "Kalau semua polisi diwajibkan pakai rompi antipeluru setiap saat malah pusing sendiri mereka," kata Dosen Kriminologi Universitas Indonesia itu saat dihubungi Tempo, Ahad, 15 September 2013.
Batasi gerak dan harga mahal...
Selain membuat gerah dan sesak bernafas, rompi antipeluru dianggap membatasi gerak polisi. Bagaimana pun juga, dia melanjutkan, faktor kenyamanan diperlukan polisi saat bertugas. Adrianus juga menanggap penggunaan rompi antipeluru tak sesuai dengan strategi perlindungan polisi Indonesia. Penggunaan rompi antipeluru lebih cocok digunakan di beberapa negara Barat.
Di Indonesia, Adrianus melanjutkan, penggunaan rompi antipeluru malah menimbulkan jarak antara polisi dan masyarakat. Masalah lain, rompi antipeluru tidaklah murah. Satu unit rompi antipeluru paling murah Rp 5 juta. Harga itu terus naik sejajar dengan kualitas daya redam rompi itu terhadap tembakan peluru.
"Polri tak punya alokasi khusus untuk rompi antipeluru," kata dia. "Lagi pula kalau nekat diadakan pembelian (rompi anti peluru setiap anggota polisi) bakal butuh duit banyak, nanti media mempersoalkan lagi."
Solusi ideal...
Solusi yang tepat untuk melindungi anggota polisi menurut Adrianus adalah segera menangkap pelaku penembakan misterius. Polri jangan sampai setengah hati memburu para pelaku penembakan, sebab itu sama saja memberikan ruang sembunyi bagi mereka.
"Sebaiknya perbanyak alokasi anggaran dan personel untuk mengejar para pelaku," kata Adrianus. "Sebagai contoh makin gencar menyebar sketsa para pelaku, itu lebih murah."
Sebelumnya, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan pimpinan Polri tak serius memberi sarana keselamatan anggota di lapangan. Sebagai bukti, jumlah ketersediaan rompi antipeluru untuk anggota polisi masih kurang, padahal itu merupakan salah satu alat keselamatan penting.
Menurut Bambang, dana yang diberikan negara untuk Polri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) makin bertambah tiap tahun malah digunakan untuk kepentingan lain. Bahkan pimpinan Polri dinilai lebih suka menggunakan duit anggaran untuk mengganti mobil dinas, termasuk untuk para perwira tinggi, ketimbang membeli rompianti peluru.
INDRA WIJAYA
Sumber : Tempo




